Penetration Test

Secara garis besar, kegiatan PenTest merupakan kegiatan yang memiliki etika yang baik, dengan keadaan yang terbuka dan dilakukan oleh para White Hat Hacker untuk mencoba masuk ke dalam sistem dengan menggunakan berbagai teknik yang mungkin dapat dilakukan / dicoba oleh para Black Hat Hacker maupun cracker… Sifatnya lebih ke defensive purpose (mencoba menyerang, kemudian memberitahukan letak celah untuk diperbaiki oleh pemilik sistem yang bersangkutan).

Di dalam PenTest, pasti akan terdengar lagi istilah PenTester… Dari namanya, pasti sudah dapat ketebak yach ini apa… yach, PenTester ini merupakan pemainnya, pemain dari kegiatan PenTest… lalu, siapakah PenTester ini? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PenTester ini biasanya White Hat Hacker… Orang-Orang yang bekerja pada suatu instansi tertentu yang berada di bawah surat perjanjian untuk tidak membocorkan informasi apapun yang ada pada kegiatan PenTest… namun, tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku kegiatan PenTest ini bisa juga dari kalangan Black Hat ataupun Grey Hat…  terkadang, ada alasan tersendiri dari suatu instansi untuk memakai tenang yang seperti ini (semua kembali kepada kebijakan masing-masing).

Berikut adalah Tahapan tahapan untuk melakukan Hacking, yaitu :
1. Reconnaissance
Yaitu tahap seorang Hacker dalam mengumpulkan data sebanyak banyaknya tentang Target/Sasaran. Data apa saja yang diperlukan, baik dari tanggal lahir, nomor rumah, nama istri atau suami atau anak, hobi, plat kendaraan, dll.
Reconnaissance dibagi menjadi 2, yaitu Active Reconnaissance dan Passive Reconnaissance. Active Reconnaissance adalah pengumpulan data dengan cara bertatap muka langsung atau berhubungan langsung dengan Target/Sasaran, sedangkan Passive Reconnaissance adalah menggunakan media informasi seperti berita, internet, dll.

2. Scanning
Scanning adalah Tahap dimana hacker mulai melakukan serangan. Dalam tahap scanning ini, hacker akan mencari kelemahan pada target/korban. Metode ini biasanya menggunakan Tools Tools, namun tidak menutup kemungkinan metode ini dilakukan dengan cara manual, intinya metode scanning ini dilakukan untuk mencari kelemahan pada Target/Sasaran.

3. Gaining Access
Dalam tahapan Gaining Access, hacker akan melakukan penentrasi kedalam komputer/system target. Tentunya ini dilakukan setelah mendapatkan informasi kelemahan pada Target/Sasaran pada tahap Scanning. Pada tahap ini, hacker biasanya menggunakan Tools untuk penentrasi atau ada juga yang melakukannya dengan cara manual.

4. Maintenance Access
Setelah mendapatkan akses ke komputer/system target, biasanya Hacker ingin tetap menguasai komputer/system target. Misalkan ketika sang Administrator mengganti semua password user, sang Hacker tidak ingin kehilangan kontrol dengan menanam backdoor, rootkit, trojan, dan lain lain untuk tetap mempertahankan kontrolnya pada Target/Sasaran.

5. Covering Tracks
Hukuman kepada pelaku kejahatan dunia maya memiliki hukum yang jelas, oleh karena itu seorang Hacker tidak ingin dimasukkan kedalam penjara karena perbuatannya. Pada tahap ini, seorang Hacker harus menghapus jejaknya sehingga aktivitasnya tidak diketahui dan juga keberadaannya tidak dapat dilacak dengan mudah. Salah satu yang harus dilakukan untuk menghapus jejak adalah dengan menghapus Log File.

Kemudian kita akan melanjutkan ke metode untuk “Web Application Penetration Testing“, metode yang bisa di pakai yaitu:

  1. Passive Penetration Testing: Dalam hal ini yang dilakukan adalah kita melakukan pemetaan dan pengujian terhadap kontrol yang ada didalam webapplication, login dan konfigurasinya, sehingga kita bisa memetakan target system.
  2. Active Penetration Testing: Yaitu kita melakukan kegiatan aktif dalam pengujian terhadap keamanan system dengan melakukan manipulasi imput, pengambilan akses, dan melakukan pengujian terhadap vulnerability-vulnerability yang sudah ada.
  3. Aggressive Penetration Testing:  Melakukan eksploitasi terhadap vulnerability, melakukan reverse enginering terhadap software dan system. menanamkan backdoor, mendownload code, mencoba mengambil alih finansial dan informasi yang ada di server.

Adapula resource yang sangat menarik untuk anda pelajari, namanya “Information Security Assessment Framework“. methodologynya sangat keren, berikut adalah design assessmentnya:

 

 

sumber : http://www.binushacker.net/hacking-penetration-testing-concept.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s