Telekomunikasi Selular

Saat ini, hampir setiap rumah memiliki telepon selular. Hal ini untuk mendukung kegiatan komunikasi tiap manusia. Namun, sebenarnya bagaimana sistem kerja dari teknologi ini, dan seperti apa penjelasannya. Mari kita palajari bersama.

Adalah teknologi komunikasi bergerak yang dapat digunakan oleh manusia yang menerapkan sistem signal frekuensi carrier melalui sel- sel geografis.

                    

Arsitektur Telekomunikasi Selular

Ada beberapa bagian yang menyusun arsitektur ini, yaitu :

1. Mobile Selular ( MS )

Adalah piranti komunikasi yang digunakan user secara langsung, dengan memasukan Sim card dari operator yang digunakan, si user akan mendapat nomor untuk meudian menjadi identitasnya.

2. Base Transceiver Station ( BTS )

Adalah bagian yang berfungsi mengirimkan dan menerima signal dari MS yang kemudian diteruskan ke BSC untuk pengaturannya. Kapasitas dari 1 BTS GSM bisa mencapai 3×40 panggilan dalam waktu bersamaan  dan untuk CDMA bisa mencapai 3 x 52 panggilan. Semuanya tergantung konfigurasi yang digunakan.

3. Base Station Controller ( BSC )

Fungsi dari BSC adalah sebagai pangatur lalu lintas komunikasi diantara BTS-BTS dibawahnya untuk kemudian diteruskan ke MSC.  1 BSC bisa mengkover lebih dari 100 BTS tergantung konfigurasinya.

4. Mobile Scribing Switching Centre ( MSC )

Disinilah proses clocking atau switching komunikasi dilakukan. Semua proses komunikasi akan melewati bagian ini. Apabila tujuan dari MS masih berada dalam lingkaran Msc tersebut, maka signal data akan diteruskan ke Bsc yang mengkover MS tujuan, Namun apabila tujuan dari MS sudah beda operator atau beda MSC, maka signal data akan diteruskan menuju MSC lain atau MSC operator lain melalui interekoneksi data yang telah disambungkan dari kedua MSC / operator tersebut.

Proses Telekomunikasi :

1. Hand Phone pemanggil akan memasukan nomor tujuan, kemudian data nomor akan dirubah menjadi data digital, dan diteruskan ke BTS terdekat.

2. BTS yang mengkover handphone pemanggil, akan meneruskan sinyal data menuju BSC untuk dilakukan kontrol data.

3. Dari BSC, signal data akan diteruskan menuju MSC untuk proses switching, karena disinilah proses verifikasi nomor tujuan dengan mengambil data nomor tujuan dari HLR ( Home Location Register ).

4. Di MSC inilah, proses telepon akan diteruskan/tidak . Setelah mendapatkan data nomor tujuan, Msc akan meneruskannya.

— Jika nomor tujuan masih berada dalam satu MSC dan hanya berbeda BSC  maka signal data akan diteruskan ke BSC dibawahnya, kemudian diteruskan ke BTS yang mengkover Handphone tujuan.

— Jika nomor tujuan berbeda MSC ( masih 1 operator ), maka signal data akan diteruskan ke MSC lain yang menkover BSC dan BTS tujuan.

— Jika nomor tujuan sudah beda operator, maka signal data akan teruskan ke MSC operator lain melalui Interkoneksi antara kedua operator, kemudian diteruskan ke MSC yang mengkover BSC dan BTS Tujuan.

Selain ketiga bagian tersebut, ada pula bagian lain yang mendukung proses komunikasi terjadi, yakni :

1. VLR ( Visitor Location Register )

2. HLR ( Home Location Register )

3. GMSC ( Gateway MSC )

4. GSMS ( Gateway SMS )

5. RNC ( Radio Network Controller )

Kecepatan Data Teknologi Telekomunikasi :

1. GPRS ( GSM )         : 115 kbps

2. Edge ( GSM )         : 384 kbps

3. 3G   ( WCDMA )     : 2 Mbps

4. PHS (CDMA )         : 44 kbps

5. CDMA Evdo           : 3 Mbps

6. 3,5 G                   : 3,6 Mbps

7. 4G ( LTE )           : Download 100 Mbps , Upload 50 Mbps

sumber : wikipedia dan ericsson.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s