3G dan 3,5G

Apa sih 3G????

3G adalah teknologi telekomunikasi yang saat ini rame dibicarakan dan sedang berkembang di Indonesia. Hampir semua operator telekomunikasi GSM berusaha memanjakan konsumenny dengan teknologi ini.

Keunggulan teknologi ini adalah kemapuan transceiver data yang cepat ( max 2Mbps ). Sedangkan kerugiannya adalah mengenai spektrum bandwitchnya. Bandwitch yang digunakan untuk mentransmisikan datanya cukup besar. dari Node B sampai RNC memerlukan alokasi bandwitch transmisi yang besar. batas minimal bandwitch transmisi yang diperlukan agar memperoleh kualitas jaringan yang bagus adalah 20 Mbps.

Fitur- fitur 3G

1. Video Call

2. Video streaming

3. Voice dan Data

 

Kemajuan 3G

3G ke 3,5G

Secara evolusioner teknolgoi 3G telah dikembangkan menjadi 3.5G melalui peningkatan kecepatan transmisi data dengan teknologi berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Perbandingan kecepatan transmisi data dari berbagai platform dapt dilihat pada tabel dibawah ini:

Platform Kecepatan GPRS Maksimum 115 Kbps EDGE Maksimum 236 Kbps 3G Maksimum 384 Kbps 3.5G Maksimum 3,6 Mbps

3G ke 4G

Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknolgoi 4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G). Diharapkan ITU segera melaksanakan penggunaan IMT-2000 (3G) dan IMT-Advanced (4G), konsekuensinya ITU harus menambah pita baik dibawah 1 GHz maupun diatas 2GHz.

Salah paham tentang 3G

Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum.

  1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
  2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa

Keuntungan dan kerugian perkembangan 3G

Keuntungan

Perkembangan teknologi pita lebar bergerak jelas menguntungkan baik untuk dunia bisnis, pemerintahan maupun perorangan, karena makin baru teknologinya makin besar data yang dapat dikirimkan dalam waktu yang lebih singkat sehingga lebih efisien. Jenis data yang dapat dikirimkan juga menjadi lebih beragam, bukan hanya huruf dan angka, tetapi juga gambar diam, gambar bergerak, dan suara.

Kerugian

Disamping harganya lebih mahal, juga perlu diperhatikan aspek keamanannya (security) dan aspek etika di dalam penggunaan teknologi yang baru. Disini peran ITU di dalam pengaturan dan penetapan standar menjadi sangat penting. Penyedia jasa layanan pita lebar bergerak harus membangun jaringan baru yang memerlukan investasi yang sangat besar.

 

sumber : wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s